Kamis, 12 Juni 2014
Senin, 18 Maret 2013
Memupuk
Memupuk
Berasal dari kata pupuk, yang artinya kegiatan memberi zat hara ke tanah atau tanaman sesuai dengan kebutuhan tanaman yang kita usahakan.
Menghitung kebutuhan pupuk perlu kita lakukan sebelum kita melakukan pemupukan. Dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan didalam memberikan ke tanaman,
Berikut contoh soal dalam menghitung kebutuhan pupuk:
- Pemupukan susulan pada mentimun dilakukan pada saat tanaman berumur 4 minggu setelah tanam. Pupuk N yang dibutuhkan sebanyak 100 Kg/ha. Pupuk P sebanyak 50 kg/ha dan pupuk K sebanyak 100 kg/ha.
Luas areal penanaman adalah 7 m2 (1 bedengan) dengan jarak tanam 40 X 60 cm. Pupuk yang tersedia adalah Urea, SP-36 dan KCl. Hitung kebutuhan pupuk masing-masing pertanaman !
Untuk menjawab soal di atas perlu dihitung dulu kebutuhan pupuk masing-masing.
Berasal dari kata pupuk, yang artinya kegiatan memberi zat hara ke tanah atau tanaman sesuai dengan kebutuhan tanaman yang kita usahakan.
Menghitung kebutuhan pupuk perlu kita lakukan sebelum kita melakukan pemupukan. Dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan didalam memberikan ke tanaman,
Berikut contoh soal dalam menghitung kebutuhan pupuk:
- Pemupukan susulan pada mentimun dilakukan pada saat tanaman berumur 4 minggu setelah tanam. Pupuk N yang dibutuhkan sebanyak 100 Kg/ha. Pupuk P sebanyak 50 kg/ha dan pupuk K sebanyak 100 kg/ha.
Luas areal penanaman adalah 7 m2 (1 bedengan) dengan jarak tanam 40 X 60 cm. Pupuk yang tersedia adalah Urea, SP-36 dan KCl. Hitung kebutuhan pupuk masing-masing pertanaman !
Untuk menjawab soal di atas perlu dihitung dulu kebutuhan pupuk masing-masing.
Jumat, 25 Januari 2013
Pupuk dan pemupukan
Pupuk berdasarkan asal bahan yang digunakan dibedakan menjadi 2 yaitu pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari bahan alami sisa makhluk hidup yang telah mengalami pelapukan/dekomposisi.
Pupuk anorganik adalah pupuk yang berasal dari bahan anorganik /buatan manusia/buatan parbrik.
Berdasarkan unsur yang dikandung, pupuk dbedakan menjadi dua yaitu pupuk tunggal dan pupuk majemuk.
Pupuk tunggal adalah pupuk yang mengandung satu unsur seperti pupuk N (pada Urea dan ZA), Pupuk P (pada SP-36) dan pupuk K (pada KCL)
Pupuk Majemuk contohnya adalah pupuk NPK
Pupuk anorganik adalah pupuk yang berasal dari bahan anorganik /buatan manusia/buatan parbrik.
Berdasarkan unsur yang dikandung, pupuk dbedakan menjadi dua yaitu pupuk tunggal dan pupuk majemuk.
Pupuk tunggal adalah pupuk yang mengandung satu unsur seperti pupuk N (pada Urea dan ZA), Pupuk P (pada SP-36) dan pupuk K (pada KCL)
Pupuk Majemuk contohnya adalah pupuk NPK
Senin, 31 Oktober 2011
LEMBAR KERJA SISWA
A. Lembar Kerja 1
Menyiapkan Bahan Eksplan Tanaman Pisang
1. Tujuan Kegiatan
Tujuan kegiatan agar siswa mampu melakukan penyiapan bahan eksplan dari bonggol anakan tanaman pisang dengan benar apabila disediakan peralatan dan bahan yang relevan.
2. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam melakukan kegiatan ini yaitu golok, gelas piala, ember, dan keranjang plastik. Bahan yang digunakan dalam melakukan kegiatan ini yaitu bonggol anakan tanaman pisang, aquades dan air kran.
3. Keselamatan Kerja
Kegiatan ini harus memperhatikan keselamatan kerja antara lain pakailah pakaian kerja, gunakan alat atau benda-benda yang steril serta berhati-hati dalam menggunakan benda tajam.
4. Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Pilihlah bonggol anakan tanaman pisang yang sehat dari tanaman sehat dan berasal dari tanaman induk yang bernilai ekonomis tinggi.
3. Potong bonggol anakan tanaman pisang menggunakan golok secara hati-hati diusahakan tunas pucuknya tidak mengalami kerusakan
4. kumpulkan potongan bonggol anakan tanaman pisang dalam wadah keranjang plastic sesuai asal tanaman induknya
5. Cuci permukaan bonggol anakan tanaman pisang dalam ember berisi air bersih dan menyikatnya sampai bersih
6. Lakukan pengurangan ukuran bonggol anakan tanaman pisang secara hati-hati dengan cara mengupas pelepah dan memotong-motong bagian sampingnya secara bertahap di bawah air mengalir sampai berukuran + 2-3 cm
7. Usahakn hasil potongan bonggol anakan tanaman pisangnya tidak mengalami kerusakan pada tunas pucuknya.
8. Masukkan hasil potongan bonggol anakan tanaman pisang dalam air bersih untuk menghindari pencoklatan akibat kontak dengan udara
9. Bawa bahan eksplan untuk proses sterilisasi baik dengan cara dibakar (celup bakar) atau dengan cara direndam larutan kimia (secara kimiawa)
A. Lembar Kerja 1
Menyiapkan Bahan Eksplan Tanaman Pisang
1. Tujuan Kegiatan
Tujuan kegiatan agar siswa mampu melakukan penyiapan bahan eksplan dari bonggol anakan tanaman pisang dengan benar apabila disediakan peralatan dan bahan yang relevan.
2. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam melakukan kegiatan ini yaitu golok, gelas piala, ember, dan keranjang plastik. Bahan yang digunakan dalam melakukan kegiatan ini yaitu bonggol anakan tanaman pisang, aquades dan air kran.
3. Keselamatan Kerja
Kegiatan ini harus memperhatikan keselamatan kerja antara lain pakailah pakaian kerja, gunakan alat atau benda-benda yang steril serta berhati-hati dalam menggunakan benda tajam.
4. Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Pilihlah bonggol anakan tanaman pisang yang sehat dari tanaman sehat dan berasal dari tanaman induk yang bernilai ekonomis tinggi.
3. Potong bonggol anakan tanaman pisang menggunakan golok secara hati-hati diusahakan tunas pucuknya tidak mengalami kerusakan
4. kumpulkan potongan bonggol anakan tanaman pisang dalam wadah keranjang plastic sesuai asal tanaman induknya
5. Cuci permukaan bonggol anakan tanaman pisang dalam ember berisi air bersih dan menyikatnya sampai bersih
6. Lakukan pengurangan ukuran bonggol anakan tanaman pisang secara hati-hati dengan cara mengupas pelepah dan memotong-motong bagian sampingnya secara bertahap di bawah air mengalir sampai berukuran + 2-3 cm
7. Usahakn hasil potongan bonggol anakan tanaman pisangnya tidak mengalami kerusakan pada tunas pucuknya.
8. Masukkan hasil potongan bonggol anakan tanaman pisang dalam air bersih untuk menghindari pencoklatan akibat kontak dengan udara
9. Bawa bahan eksplan untuk proses sterilisasi baik dengan cara dibakar (celup bakar) atau dengan cara direndam larutan kimia (secara kimiawa)
Kamis, 18 Agustus 2011
Tujuan Penanganan pasca panen bunga
Penanganan pasca panen bunga merupakan suatu kegiatan yang memberikan perlakuan-perlakuan terhadap bunga, setelah bunga tersebut dipanen sampai bunga tersebut diterima oleh konsumen. tujuan dari penanganan pasca panen bunga adalah menjaga keutuhan bunga, agar kualitas bunga yang diterima oleh konsumen tetap bagus, yaitu dengan cara memberikan perlakuan-perlakuan tertentu yang dapat menjamin hal-hal sbb :
- keseraman bunga dalam suatu kelompok kualitas
- Meningkatkan bunga dalam vase
- Tersajinya bunga dalam kemasan yang cantik
Semua tiindakan itu ditujukan untuk memberi nilai tambah pada produk hortikultura yang akan dijual di pasar
- keseraman bunga dalam suatu kelompok kualitas
- Meningkatkan bunga dalam vase
- Tersajinya bunga dalam kemasan yang cantik
Semua tiindakan itu ditujukan untuk memberi nilai tambah pada produk hortikultura yang akan dijual di pasar
Langganan:
Postingan (Atom)